PASANGAN GAY KETANGKAP BASAH OLEH WARGA SEDANG MESUM

BeritaHebohIndo – PASANGAN GAY KETANGKAP BASAH OLEH WARGA SEDANG MESUM, Pemuda yang diduga gay saat sedang melakukan hubungan sexual di kos kawasan Gampong Rukoh, Darussalam, Kecamatan Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Perilaku seks menyimpang sepertinya tidak saja terjadi di kota-kota besar.Hal ini terbukti dengan diamankannya 2 pasangan homosekssual atau gay. Pasangan ini ditangkap oleh masyarakat sekitar yang sudah curiga dan mengintai pasangan ini terlebih dahulu. Saat digerebek mereka dalam kondisi tidak dibalut sehelai benang pun.

Pria yang ditangkap berinisial MH, 21, warga Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Sementara kekasihnya, MT, 23, asal Medan, Sumatera Utara. Keduanya berada di Banda Aceh untuk melanjutkan pendidikan di salah satu kampus Akper swasta di Banda Aceh.

Dari lokasi penggerebekan didapati:
1. Oil My Baby (Pelicin)
2. Celana dalam 2
3. Kondom Baru 3
4. Kondom yang sudah terpakai 1
5. Tisu 2 lembar
6. HP Xiaomi 1
7. Dompet 2

Sejak sebulan terakhir warga mengaku sudah curiga dengan tingkah laku keduanya yang terlihat aneh. Lantas, wargapun melakukan pemantauan. Akhirnya, warga melakukan penggerebekan dan mendapati keduanya sedang berhubungan badan. Yakin bukti cukup dan ramai warga yang saksikan perbuatan mereka, pasangan itu lantas diserahkan ke Wilayatul Hisbah (WH) Aceh untuk diproses hukum. Aksi Penindakan dan Penyidikan Satpol PP dan WH Aceh, Marzuki mengatakan keduanya saat ini sudah diamankan. Menurutnya, WH tetap menempuh prosedur penyidikan agar sesuai aturan.

Mereka melanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, tentang Liwath (hubungan seksual sesama pria) dengan ancaman hukuman cambuk 100 kali.
Menurutnya, barang bukti dalam kasus ini berupa kondom, video dan minyak. “Kalau dari barang bukti dan saksi serta pengakuan tersangka mereka memang melakukan hubungan tersebut. Dia mengimbau pada masyarakat agar tingkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan, serta langsung melapor pada pihaknya bila ada informasi serta mendapatkan kasus serupa.

Meski telah nyata-nyata melanggar peraturan daerah (Perda) tentang penyakit masyarakat (Pekat), Reftasman mengatakan ke pelaku seks menyimpang tersebut akan diserahkan kepada orangtua masing-masing untuk dilakukan pembinaan. Karena mengingat mereka masih memiliki masa depan yang panjang, maka kita ingin hal ini ditangani oleh keluarganya. Ini juga atas permintaan dari pihak orangtua masing-masing. Namun sebelum kita serahkan, ke remaja ini akan kita buatkan berkas perjanjian disaksikan oleh pihak keluarga selaku penjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *