GADIS 13 TAHUN DI PERKOSA BERKALI KALI DENGAN KONDISI TANGAN DI LAKBAN

BeritaHebohIndo – GADIS 13 TAHUN DI PERKOSA BERKALI KALI DENGAN KONDISI TANGAN DI LAKBAN, Negara Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang daerah wisatanya sering dikunjungi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Seorang gadis berusia 13 tahun berinisial PJS alias J diperkosa dengan cara keji Warga Dusun IV, Desa Hessa Parlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ini diculik dari rumah saat tertidur lelap. Lalu dibawa ke perladangan sawit dan diperkosa oleh orang tak dikenal. Diduga kuat, pelaku menghipnotis korban sehingga korban menuruti permintaan pelaku. Orang tak dikenal menculik bocah 13 tahun saat tertidur pulas di rumahnya lalu memperkosanya di ladang sawit dengan tangan dan mulut dilakban.

Pelaku masuk ke dalam rumah korban lewat jendela depan tanpa diketahui orangtua dan menculik korban. Diduga kuat, pelaku menghipnotis korban sehingga korban menuruti permintaan pelaku. Setelah berhasil keluar dari rumah korban, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro yang tidak diketahui nomor platnya membawa korban ke perladangan sawit. Jaraknya sekitar 1,5 Km dari kediaman korban. Sejumlah warga berusaha membuka ikatan lakban dari kedua tangan korban perkosaan yang diculik dari rumahnya.

Korban tersadar dan melawan karena tak mau aksinya diketahui warga, pelaku yang berciri-ciri tinggi sekitar 170 Cm dan tubuhnya berbau getah sawit ini kemudian melakban kedua tangan dan mulut korban. Kemudian, pelaku memperkosa korban berulangkali. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kabur dan meninggalkan korban dalam keadaan tangan dan mulut terlakban. Setelah pelaku pergi, korban berusaha keluar dari perladangan sawit dan akhirnya terduduk di depan rumah warga.

Selama disekap korban ternyata beberapa kali diperkosa bergiliran dalam keadaan tangan terikat di tempat tidur dan mulut disumpal kain. Bahkan, pernah sampai pingsan. Korban sangatt ketakutan dan dalam kondisi syok berat. Ketahuannya sekitar 05.45 WIB setelah salah seorang warga melihat korban tanpa pakaian terduduk dengan posisi kedua tangan dilakban. Lalu, kami turun ke lokasi mengecek peristiwa ini,” kata Kapolsek Air Batu Asahan, AKP Martoni lewat selular. Terkait pelaku, sambung Martoni, masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih memintai keterangan kedua orangtua korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *