FOTO SELFIE BUGIL SEPASANG KEKASIH TERSEBAR LUAS DI DUNIA MAYA

BeritaHebohIndo – FOTO SELFIE BUGIL SEPASANG KEKASIH TERSEBAR LUAS DI DUNIA MAYA, Jalinan cinta seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Samarinda berinisial EI, dengan pemuda berinisial HH berakhir di Polresta Samarinda. Gadis 21 tahun itu tak sanggup mempertahankan hubungan asmaranya karena kekasaran sang kekasih yang berusia 25 tahun. Foto selfie belakangan menjadi tren di seluruh dunia. Aktivitas mengambil foto sendiri ini memang menjadi virus yang sangat kuat karena menular begitu cepat kepada siapapun, baik remaja, anak muda hingga orang tua sekalipun. Sayangnya, aktivitas foto selfie belakangan banyak disalah gunakan oleh remaja di seluruh untuk mengambil foto selfie bugil dan menyebarkannya pada teman-temannya, terutama kepada kekasihnya.

Sering menerima perlakuan kasar HH yang kerap main tangan, EI memutuskan mengadukannya ke polisi. Bukan hanya perkara kekerasan, wanita ini juga mengadukan pencurian yang dilakukan kekasihnya itu. Entah bagaimana cerita sebenarnya, selama menjalin asmara EI dan HH rupanya memiliki kenangan bersama yang diabadikan dalam foto selfie. Bukan foto biasa, melainkan foto selfie bugil yang tersimpan dalam ponsel HH.

Diketahui, terdapat foto selfie bugil yang diabadikan HH. Opsnal Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap HH. Polisi dengan cepat memburu HH untuk mencegah foto bugil tersebut tersebar. Keberadaan pemuda yang beralamat di Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir itu polisi akhirnya berhasil meringkusnya di salah satu konter ponsel di salah satu mal di Samarinda. Dengan wajah bingung HH pucat dikepung sejumlah polisi berbaju sipil. Ketika ditanya HH tak berkelit, ia mengakui semua perbuatannya terhadap EI. Pengakuan HH langsung membuatnya dikeler ke mobil polisi. Ia diminta menunjukkan keberadaan ponsel dan laptop milik EI yang dicuri.

Berdasarkan laporan resmi EI, Tindak kekerasan yang dilakukan HH terjadi di kamar kos EI di kawasan Jalan Perjuangan IX, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara. “Kekerasan yang dilakukan pelaku yakni memukul paha korban (EI, Red). Selain itu pelaku juga mengancam korban dengan menggunakan pisau dapur ketika melakukan kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *