BIADAB! PENGURUS PAKSA AJAK ANAK PANTI ASUHAN BERHUBUNGAN BADAN BERULANG KALI

BeritaHebohIndo – BIADAB! PENGURUS PAKSA AJAK ANAK PANTI ASUHAN BERHUBUNGAN BADAN BERULANG KALI, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polretabes Surabaya terus mendalami kasus pelecehan seksual yang dilakukan AL (34), pengurus panti asuhan sebuah yayasan di Jl Ngegel Tengah I Sudaraya terhadap 9 anak. Penyidik menggelar rekonstruksi di tiga tempat. Ada sebanyak 49 adegan yang diperankan tersangka saat rekontruksi. Pertama, rekonstruksi dilakukan di depot milik yayasan Jl Manyar 65 Surabaya dengan sembilan adegan. Selanjutnya rekontruksi dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Jalan Ngagel Jaya Tengah I dengan 32 adegan dan terakhir dilakukan di mobil dengan rekonstruksi sebanyak 8 adegan. Kanit PPA Satreskrim Polretabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, pihaknya mengetahui lebih utuh cerita kejadian pelecehan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban setelah dilakukan rekunstruksi.

Dalam rekonstruksi, korban ternyata melakukan pelecehan seksual terhadap 9 anak yang merupakan penghuni panti asuhan di beberapa tempat, seperti di depot yayasan, kamar mandi dan kamar tidur. Setelah rekonstruksi ini, BAP kasus ini segera dilengkapi dan diselesikan guna dilimpahkan ke kejaksaan. Penyidik mengencam pelaku dengan ancaman hukuman berat yakni maksimal 15 tahun penjara. Ini sesuai pasal 81 dan 82 Undang-undang RI No.35 tahun 2014, tentaang perlindungan anak.

Pelaku harus dihukum berat, yakni hukuman maksimal. Karena kejadian ini sangat tragis dan miris dengan korban sebanyak 9 anak,” teragas Ruth. Dampak dari kejadian pelecehan seksual ini, membuat korban butuh perhatian dan pendampingan sehingga 9 korban bakal ditempatkan di tempat khusus atau safe house. Polretabes akan bekerja sama dengan Pekot Surabaya guna melakukan penepampingan korban. Kasat Reskrim Polretabes Surabaya, AKBP Leonard M Sinambela menambahkan, pelaku AL sudah dilakukan tes psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim.
Kini tim penyidik masih menunggu hasil dari tes psikologi pelaku.

Tes psikologi sudah dilakuakan hasilnya masih menungu. Kami masih terus mendalai kasus ini,” kata Leonard. Seperti diketahui, pelaku AL melakukan pelecehan terhadap 9 anak penghuni panti asuhan di salah satu yayasan di Jl Ngagel Jaye Tengah Surabaya. Pelaku juga melakukan pelecehan seksual di yaysan cabang yang berlokasi di Batu. Kejahatan seksual tersebut dilakukan pelaku AL, sejak 2015 atau selama dua tahun. Modus pelaku membujuk rayu dan perhatian lebih kepada para korban. Dari 9 korban, dua anak berusis 17 dan 16 tahun diajak hubungan badan berulang kali dan korba lainnhya dilecehkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *